S1 Pendidikan Tata Boga Gelar PKM di SMAN 1 Jetis Ponorogo, Tingkatkan Keterampilan Vokasional melalui Inovasi Olahan Singkong
berita terkait
- MAHASISWA PENDIDIKAN TATA BOGA UNESA ANTUSIAS IKUTI KULIAH TAMU BERSAMA CHEF PROFESIONAL INTERNASIONAL
- Triloka by Boganesa Resmi Diluncurkan, Hadirkan Eatery & Bakery sebagai Ruang Edupreneurship Kuliner FT UNESA
- Wisuda Periode 121 UNESA, S1 Pendidikan Tata Boga Dorong Lulusan Berintegritas dan Siap Berkontribusi di Dunia Kerja
- Semangat Dies Natalis ke-62 UNESA, S1 Pendidikan Tata Boga Perkuat Kontribusi bagi Pendidikan Berkualitas dan Berkelanjutan
- S1 Pendidikan Tata Boga Gelar PKM di SMAN 1 Jetis Ponorogo, Tingkatkan Keterampilan Vokasional melalui Inovasi Olahan Singkong
Ponorogo, 6 Agustus 2026 – Program Studi S1 Pendidikan Tata Boga melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk "Pelatihan Inovasi Produk Olahan Singkong untuk Meningkatkan Keterampilan Vokasional Siswa Program Double Track SMAN 1 Jetis Ponorogo" pada Kamis (6/8). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Prodi dalam mendukung penguatan pendidikan vokasional berbasis potensi pangan lokal sekaligus memperluas kolaborasi dengan satuan pendidikan menengah. Judul dan tim pelaksana kegiatan sesuai dengan proposal PKM.
Pelatihan diikuti oleh siswa Program Double Track SMAN 1 Jetis Ponorogo dengan menghadirkan materi dan praktik pengolahan singkong menjadi produk inovatif yang memiliki nilai tambah ekonomi. Selain meningkatkan keterampilan teknis, peserta juga memperoleh pembekalan mengenai sanitasi pangan, pengemasan produk, penentuan harga jual, hingga dasar-dasar kewirausahaan sebagai bekal memasuki dunia kerja maupun membangun usaha mandiri. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan keterampilan vokasional siswa melalui inovasi olahan singkong berbasis potensi lokal.
Kegiatan dibuka oleh Kepala SMAN 1 Jetis Ponorogo, Dr. Samsul Hidayat, S.Pd., M.Pd., yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kolaborasi dengan Program Studi S1 Pendidikan Tata Boga. Menurutnya, pelatihan berbasis praktik seperti ini memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan memperkuat kompetensi siswa Program Double Track agar semakin siap menghadapi dunia kerja maupun berwirausaha.
Ketua tim PKM, Hidayatun Muyasyaroh, S.Pi., M.T.P., menjelaskan bahwa pelatihan dirancang untuk mengoptimalkan potensi singkong sebagai komoditas lokal menjadi berbagai produk olahan yang inovatif dan memiliki daya saing.
"Kami ingin memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya berorientasi pada keterampilan memasak, tetapi juga membangun kreativitas, kemampuan berinovasi, dan jiwa kewirausahaan siswa melalui pemanfaatan bahan pangan lokal," ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Prof. Dr. Luthfiyah Nurlaela, M.Pd., selaku perwakilan Program Studi S1 Pendidikan Tata Boga, menyampaikan materi mengenai pentingnya inovasi produk pangan sebagai bagian dari penguatan kompetensi lulusan. Ia menekankan bahwa penguasaan keterampilan vokasional harus diiringi dengan kemampuan melihat peluang usaha sehingga peserta didik mampu menghasilkan produk yang bernilai ekonomi.
Pelaksanaan PKM dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari demonstrasi pembuatan produk, praktik langsung oleh peserta, diskusi, hingga evaluasi hasil pelatihan. Produk yang diperkenalkan merupakan olahan singkong kategori sweet dan savory yang dikembangkan agar memiliki nilai jual lebih tinggi serta berpotensi menjadi produk unggulan berbasis pangan lokal. Tahapan tersebut merupakan bagian dari metode pelaksanaan PKM yang meliputi demo produk, penentuan harga jual, dan evaluasi kegiatan.
Kegiatan ini sejalan dengan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penyediaan pendidikan berkualitas yang berorientasi pada penguatan keterampilan vokasional, kreativitas, dan kecakapan hidup peserta didik. Di sisi lain, kegiatan ini juga mendukung SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui sinergi antara Program Studi S1 Pendidikan Tata Boga dengan SMAN 1 Jetis Ponorogo dalam mengembangkan pendidikan berbasis kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat. Proposal PKM juga menegaskan bahwa kegiatan ini mendukung SDGs melalui penguatan kualitas pembelajaran dan peningkatan keterampilan vokasional siswa.
Melalui kegiatan pengabdian ini, Program Studi S1 Pendidikan Tata Boga berharap kerja sama dengan SMAN 1 Jetis Ponorogo dapat terus berlanjut dalam berbagai program pengembangan kompetensi, sehingga mampu menghasilkan lulusan yang kreatif, inovatif, serta memiliki daya saing tinggi di bidang pangan dan kewirausahaan berbasis potensi lokal.

