Memasuki Semester Ganjil 2026/2027, S1 Pendidikan Tata Boga UNESA Siapkan Pembelajaran Berbasis Industri dan Teknologi
Surabaya — Memasuki Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027, Program Studi S1 Pendidikan Tata Boga Universitas Negeri Surabaya (UNESA) terus memperkuat kualitas pembelajaran melalui pendekatan yang relevan dengan perkembangan industri kuliner, teknologi digital, dan kebutuhan dunia pendidikan.
Persiapan pembelajaran tidak hanya diarahkan pada penguasaan keterampilan tata boga, tetapi juga pada pengembangan kompetensi mahasiswa sebagai calon pendidik yang adaptif, kreatif, kritis, dan mampu merespons perubahan kebutuhan dunia kerja.
Salah satu fokus penguatan pembelajaran adalah keterkaitan antara pembelajaran di perguruan tinggi dengan kebutuhan industri. Mahasiswa didorong untuk memahami perkembangan dunia kuliner secara lebih kontekstual, mulai dari pengembangan produk, pengelolaan usaha, standar kerja, inovasi pangan, hingga penerapan teknologi dalam industri kuliner.
Di sisi lain, pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI) menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman belajar yang lebih adaptif. Teknologi dimanfaatkan sebagai pendukung proses pembelajaran, pengembangan ide, pencarian informasi, penyusunan media pembelajaran, hingga pengembangan asesmen, dengan tetap menekankan kemampuan berpikir kritis, etika akademik, dan tanggung jawab dalam penggunaannya.
Pembelajaran juga diarahkan untuk semakin menempatkan mahasiswa sebagai subjek aktif melalui pendekatan student-centered learning, project-based learning, dan problem-based learning. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga belajar mengidentifikasi masalah, merancang solusi, menghasilkan produk atau karya, serta melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran.
Penguatan tersebut sejalan dengan komitmen UNESA dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education. SDG 4 menekankan pentingnya pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan serta kesempatan belajar sepanjang hayat bagi semua.
Dalam konteks Pendidikan Tata Boga, implementasi SDG 4 diwujudkan melalui upaya menghadirkan pembelajaran yang berkualitas, relevan, kontekstual, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi mahasiswa. Mahasiswa tidak hanya dipersiapkan untuk memiliki keterampilan teknis di bidang kuliner, tetapi juga kemampuan pedagogik, komunikasi, kreativitas, pemecahan masalah, literasi digital, dan kewirausahaan.
Pembelajaran berbasis teknologi juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan belajar secara lebih mandiri. Dengan dukungan sumber belajar digital dan berbagai bentuk media pembelajaran, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih fleksibel sekaligus mengembangkan kebiasaan belajar sepanjang hayat.
“Pendidikan Tata Boga tidak hanya berbicara tentang keterampilan mengolah makanan, tetapi juga bagaimana menyiapkan calon pendidik yang mampu mengembangkan pembelajaran sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan industri,” menjadi semangat dalam penguatan pembelajaran pada semester ini.
Melalui berbagai upaya tersebut, S1 Pendidikan Tata Boga UNESA terus berkomitmen menghadirkan ekosistem pembelajaran yang mengintegrasikan pendidikan, teknologi, dan kebutuhan dunia industri. Langkah ini diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten di bidang tata boga, tetapi juga siap menjadi pendidik, inovator, maupun profesional yang mampu berkontribusi terhadap perkembangan pendidikan dan industri kuliner.
Dengan demikian, memasuki Semester Ganjil 2026/2027 menjadi momentum bagi S1 Pendidikan Tata Boga UNESA untuk terus meningkatkan kualitas pengalaman belajar mahasiswa sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap pencapaian SDG 4: Quality Education melalui pendidikan yang relevan, inovatif, adaptif, dan berkelanjutan.

