Memaknai Maulid Nabi, S1 Pendidikan Tata Boga FT Unesa Perkuat Komitmen SDGs 4 melalui Pendidikan Berkarakter
SURABAYA — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum bagi Program Studi S1 Pendidikan Tata Boga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya (FT Unesa), untuk merefleksikan kembali makna pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kompetensi, tetapi juga pada pembentukan karakter dan keteladanan.
Momentum ini sejalan dengan komitmen terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4: Quality Education (Pendidikan Bermutu). Pendidikan bermutu tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang memiliki pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga membentuk pribadi yang berintegritas, bertanggung jawab, mampu beradaptasi, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
Dalam konteks Pendidikan Tata Boga, nilai-nilai tersebut memiliki relevansi yang kuat. Mahasiswa tidak hanya dipersiapkan untuk menguasai keterampilan pengolahan makanan dan kompetensi pedagogis, tetapi juga diarahkan menjadi calon pendidik yang mampu menghadirkan pembelajaran yang bermakna dan berkarakter.
Keteladanan Nabi Muhammad SAW dapat menjadi inspirasi dalam proses tersebut. Nilai kejujuran, amanah, disiplin, kerja keras, kepedulian, dan sikap menghargai sesama merupakan karakter yang penting untuk terus ditanamkan dalam kehidupan akademik maupun profesional.
SDGs 4 menempatkan pendidikan sebagai fondasi penting bagi pembangunan berkelanjutan. Karena itu, pendidikan di perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan kemampuan untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Semangat tersebut dapat diterapkan dalam berbagai aktivitas pembelajaran di S1 Pendidikan Tata Boga FT Unesa. Praktik di laboratorium, pembelajaran pedagogis, pengembangan produk pangan, hingga kegiatan kewirausahaan dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar tentang tanggung jawab, kolaborasi, kreativitas, kedisiplinan, serta profesionalisme.
Lebih jauh, calon pendidik tata boga memiliki posisi penting dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi. Mereka tidak hanya akan mentransfer keterampilan kuliner kepada peserta didik, tetapi juga berperan dalam membangun budaya belajar yang aman, inklusif, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Dengan demikian, memaknai Maulid Nabi bukan sekadar mengenang perjalanan dan keteladanan Rasulullah SAW, tetapi juga menerjemahkan nilai-nilai tersebut ke dalam tindakan nyata. Di lingkungan akademik, salah satu bentuknya adalah menghadirkan pendidikan yang mampu membentuk manusia yang kompeten sekaligus berkarakter.
Melalui momentum Maulid Nabi Muhammad SAW, S1 Pendidikan Tata Boga FT Unesa menegaskan komitmennya untuk terus mendukung SDGs 4 melalui penguatan pendidikan yang bermutu, berkarakter, dan relevan dengan tantangan masa depan.
Sebab, pendidikan yang bermutu bukan hanya tentang apa yang dipelajari, tetapi juga tentang karakter apa yang terbentuk dan manfaat apa yang dapat diberikan kepada sesama.

